Annisa mulai merasakan perlakuan tak adil dibandingkan saudaranya yang lain. Ia tak diizinkan berlatih menunggang kuda seperti saudara laki-lakinya, tak diperbolehkan mengemukakan pendapat, dan harus diam saat di meja makan. Ruangnya terbatasi pagar yang lebih tinggi dan sempit dari cakrawala penglihatannya. Masa kanak-kanaknya tak boleh terlambat bangun, tangannya dilatih memegang piring, gela…